Sep
28
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 28-09-2009

P5280180.JPG

Bandung memang semakin plural. Sampai-sampai di kota yang tiada sangkut pautnya dengan Tanah Melayu ini pun telah berdiri rumah makan Melayu yang bertajuk “Raja Melayu”. Sebenarnya aku telah sering mendengar rumah makan ini, tetapi karena uang yang aku punya cukup terbatas, aku hanya bisa menunggu sampai orang tuaku bisa datang ke Bandung.
Di papan namanya tertulis “Rumoh Makan Raja Melayu”. Dari mana si pemilik rumah makan ini mendapat ilham untuk menulis “rumoh”? Setahuku, kata rumoh untuk kata rumah hanya terdapat di bahasa Aceh dan bahasa Melayu Kelantan. Entahlah, jangan terlalu dipersoalkan. Setelah itu, terdapat tulisan (kalau aku tak silap) “Masakan Sumatera, dari Aceh sampai Lampung”. Tulisan ini pun membuat aku heran, karena bumi orang Melayu hanya berasal dari Aceh Temiang sampai Pulau Belitong, ditambah Riau Kepulauan, Tanah Semenanjung, dan Kalimantan Barat.
Sekali lagi, jangan terlalu dipersoalkan. Yang penting nikmatilah makanan dan suasananya. Tak sadar kalau kami masih ada di Bandung, karena berada di dalam rumah makan serasa berada di Pekanbaru atau Tanjung Pinang. Ornamen Melayu yang indah, pelayan-pelayan dengan baju teluk belanga dan baju kurung, juga iringan musik khas Melayu, membuat suasananya semakin nyaman, selesa (cakap orang Malaysia).
Bagaimana dengan makanannya? Wah, Melayu betul! Ada gulai (gulainya banyak, ada ayam, limpa, tunjang, usus, dan sebagainya), ayam panggang, asam pedas patin, pindang, sup, dan sebagainya. Tentu saja pedas, dan nikmat sekali! Makanan penutupnya adalah roti canai dengan kari ayam. Roti canai sendiri hanya dibuat di Tanah Melayu, salah besar kalau orang mengatakan roti canai berasal dari India, walaupun pembuatnya adalah orang Mamak atau Chulia (orang India yang telah menikahi penduduk tempatan dan memeluk Islam). Selain roti canai, ada pula roti jala. Di Pulau Jawa sangat sulit mencari 2 jenis roti ini.
Kami puas, dengan menikmati makanan di Raja Melayu, tak perlu jauh-jauh ke bumi bertuah bagi mencari kelezatan masakan Melayu, karena di Bandung pun ada. Biar sudah mendapat cupang, jangan lupakan si ikan pari. Biar sudah di rantau orang, jangan lupakan masakan kampung sendiri…

Sep
25
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 25-09-2009

Film-Meraih-Mimpi-225.jpg

Semalam aku sempatkan menonton “Meraih Mimpi” di 21 Cineplex Mal Kelapa Gading. Aku penasaran, terlebih di saat gaung promosinya seperti ini, seperti apakah sebenarnya film yang digadang-gadang sebagai animasi terbaik karya bangsa Indonesia ini?
Ternyata, kami puas. Memang film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton. Nak budak-budak kah, remaja kah, tua-tua kah, semua patut menonton film animasi ini. Jerih payah para animator, kru-kru, dan para pengisi suara film ini pun terbayar sudah. Para pembeli karcis yang jumlahnya banyak pun membentuk antrian teratur, demi menyaksikan kisah pada film ini.
Tapi jangan kuceritakanlah semua kisah film itu di blog ini, nanti kamu jadi tak senang menontonnya. Intinya, film ini bercerita tentang bagaimana sebuah keluarga mesti bertahan hidup di bawah tangan penguasa, dan bagaimana si keluarga beserta jiran-jirannya berjuang menumpas sang penguasa tersebut.
Pengisi suaranya pun bukan orang sebarang orang. Ada Gita Gutawa dengan suara merdunya, Patton “Idola Cilik”, Surya Saputra, Cut Mini, Uli Herdinansyah, Jajang C Noer, dan lainnya. Dengan musik yang menarik, candaan para tokoh-tokohnya, serta alur cerita yang baik, membuat film ini patut ditonton. Tontonlah sebelum menonton itu dilarang…

Sep
19
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 19-09-2009

Akhirnya tibalah Hari Lebaran
Hari yang Penuh Kemenangan
Selamat Bagi yang Merayakan
Maafkanlah Segala Kesalahan

Hari Itu Pun Tibalah Sudah
Idul Fitri nan Penuh Berkah
Ampun Maaf atas Segala Salah
Mari Kembali Menuju Fitrah

idul_fitri_4.jpg

idul_fitri_jawi_4.jpg

Sep
18
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 18-09-2009

Di sebuah rumah kecil di Solo, jejak perburuan Noordin Mohammad Top pun usai sudah. Ia berhasil dibunuh tim Densus 88 di rumah persembunyiannya, bersama 3 tersangka terorisme yang lain.
Ini adalah kerja yang bagus oleh Densus 88. Saya ucapkan tahniah atas tewasnya Noordin Mat Top dan semoga arwahnya disiksa di api neraka. Teruskan perjuanganmu, Polri, I Love You Full…

Ini beritanya :
http://www.youtube.com/watch?v=4M5cP5_os08

Sep
02
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 02-09-2009

Aku lagi santai-santai di apartemenku di Bandung. Tiba-tiba ada goyangan yang cukup kencang. Aku panik, Terdengar suara orang menjerit, dan penghuni apartemen pun segera keluar melalui tangga darurat, termasuk aku. Aku terus berdoa. Begitu juga orang lain, banyak yang mengumandangkan takbir.
Sekitar setengah jam kemudian, keadaan sudah kondusif. Aku kembali ke kamar dan menulis postingan ini. Bagi kawan-kawan yang juga merasakan gempa, tolong tulis di komentar.