Aug
19
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 19-08-2009

Kim Dae Jung

Ada kematian yang menghebohkan lagi. Kali ini dari Korea. Mantan Presiden Kim Dae-Jung telah berpulang dengan tenang pada hari Selasa, 18 Agustus pukul 11.40 waktu setempat dalam usia 83 tahun.
Beliau adalah presiden yang dianggap terbaik di Korea. Presiden Korea pertama yang menerima Nobel Perdamaian karena jasanya dalam rekonsiliasi antara Korea Selatan dan Korea Utara. Akhir hidupnya memang dalam kondisi fisik yang sudah tidak kuat lagi. Ia sudah duduk di kursi roda. Terakhir aku melihatnya pada acara pemakaman mantan presiden Roh Moo-Hyun.
Selamat jalan, Kim Dae-Jung. Semoga apa yang kau lakukan dapat menjadi inspirasi bagi kami bangsa Indonesia. Dangshineul Saranghamnida!

mbah-surip.jpg

Berita duka datang lagi. Kali ini dalam negeri. Urip Achmad Ariyanto alias Mbah Surip, penyanyi reggae yang terkenal dengan lagunya Bangun Tidur dan Tak Gendong, telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pada tanggal 4 Agustus siang.
Aku bingung mau menulis apa, karena Mbah Surip sebenarnya adalah “orang baru” dalam kehidupanku dan aku juga tak terlalu peduli dengan kematiannya. Berita-berita tentang dirinya hanya kukomentari dengan ucapan singkat “turut berduka cita…”. Berbeda saat Corazon Aquino wafat, aku sampai membuat gambar khusus yang memuat gambar-gambar selama dia masih hidup. Namun, aku ternyata berbeda dengan rakyat kebanyakan. Sampai-sampai berita kematian Mbah Surip ditayangkan di seluruh saluran televisi.
Mbah Surip wafat saat puncak karirnya. Ibaratnya, Mbah Surip “gugur di medan perang”. Banyak cita-citanya yang belum terwujud. Selamat jalan, Mbah Surip!

salamat_cory_1.jpg

Tanggal 1 Agustus 2009 kemarin, Tuhan telah memanggil salah seorang Srikandi terbaik dunia, pejuang demokrasi Filipina, dan ibu yang baik bagi semua anak-anaknya serta nenek yang baik bagi seluruh cucu-cucunya. Dia adalah Maria Corazon Sumulong Cojuangco Aquino a.k.a. Cory Aquino.
Dia adalah Srikandi terbaik yang pernah kulihat. Gloria Maccapagal, Megawati Soekarno Putri, Chandrika Kumaratunga, atau srikandi-srikandi lain tidak bisa menyainginya. Kematian suaminya, Benigno Aquino Jr., yang tertembak tahun 1983, justru mengangkat harkatnya hingga ia bisa menjadi presiden wanita pertama di Asia. Gerakan “Lakas ng Bayan” yang ia luncurkan ternyata juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia untuk menggulingkan pemerintahan Orde Baru tahun 1998.
Tanggal 5 Agustus, ia akan dimakamkan secara Katolik. Walaupun jenazahnya masuk ke liang lahat, kuharap semangat dan inspirasinya tidak ikut masuk ke dalam kuburnya. Biarlah ia tetap dikenang sebagai pahlawan terbaik Filipina. Salamat at Paalam, Cory! We miss you…