Nov
09
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 09-11-2008

F_88890_Bali_bombers_compo_daylife_320.jpg

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semua yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah. Itulah takdir. Dan pada tanggal 9 November 2008 pukul 00.15 tengah malam, takdir mengharuskan 3 dari ciptaan-Nya, yaitu Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Gufron, untuk meregang nyawa di sebuah lembah bernama Lembah Nirbaya, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Tuhan menyuruh sekelompok tim regu tembak untuk melepaskan jiwa mereka bertiga dari tubuhnya.

Setelah 6 tahun, episode Bom Bali pun berakhir dengan peristiwa hukuman mati tersebut. Sekelompok Muslimin menyebut mereka sebagai syuhada, dan sebagian lain (ini yang paling banyak) menyebut mereka sebagai musuh, dan masuk neraka. Apakah surga atau neraka yang cocok bagi mereka? Hanya Tuhan yang tahu.

Aku sebagai umat Kristen diajarkan : “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”. Itulah prinsip kasih yang aku terapkan. Namun demikian, Indonesia adalah negara hukum, dan hukum tetap harus berjalan. Akhirnya, mereka bertiga dikenai hukuman mati, yang juga ditolak oleh agamaku. Jadi, kami menolak, tetapi jika itu yang terbaik, lakukanlah atas dasar kasih. Aku yakin Kejaksaan Tinggi Negeri Denpasar memvonis mati mereka juga karena cinta kasih.

Kasus Bom Bali mengingatkan kita semua bahwa menyelesaikan masalah dengan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, justru menambah masalah lain. Dan yang paling penting, jangan membawa agama melalui kekerasan. Tuhan menyuruh umat-Nya untuk saling mengasihi, dan Tuhan tidak menyukai kekerasan. Semua agama di dunia, entah Islam, Kristen, Buddha, Hindu, Yahudi, Sikh, Jain, atau apapun, tidak ada yang mengajarkan kekerasan. Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudera mengajarkan kita hal yang salah. Terorisme bukanlah jalan yang terbaik.

Aku tidak menganggap mereka bertiga sebagai syuhada ataupun orang berdosa. Mereka adalah orang yang baik, tetapi menyampaikan kebaikan itu dengan cara yang tidak baik. Kita pasti juga demikian.

Bagi keluarga korban Bom Bali, Kalian jangan menaruh dendam lagi dengan mereka. Memberi maaf pun sudah cukup. Dan bagi para umat Muslim, lakukanlah sesuatu dengan kasih. Jadikanlah agamamu sebagai agama cinta. Berjihadlah dengan cinta, bukan dengan kekerasan…

Om santhi santhi santhi Om…

Nov
08
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 08-11-2008

Hari ini, hari Sabtu tanggal 8 November 2008 (9 Zulkaidah 1429 H) adalah hari yg sdikit menyebalkan, meski ada senengnya juga…

Pagi2 aq bangun cepet krn musti k Waterbom Pantai Indah Kapuk. Sodara q yg cukup kaya dtg dr Pekanbaru ibukota Bumi Lancang Kuning, en beliau menawarkan kami utk pergi k sana. Di sana aq mendapatkan hal2 yg ga menyenangkan. Kulihat walaupun skrg hr Sabtu, tapi koq sepi. Tiket masuk Rp80.000,00 (stlh diskon 50%, jadi harga aslinya berapa? hitunglah dewek…), makanan mahal (ga boleh bawa dari luar, itu peraturan standar…). Sistem pembayaran makanannya juga unik, qta dikasi gelang yg nilainya bisa diisi ulang. Aq ga ngerti pake gituan. Sudah begitu, wkt msk k air, airnya ASIN! ASIN! Jadilah lidahku skrg kyk org bule, gara2 kbanyakan makan garam…

Tapi bagus juga sich, perosotannya ada yg menantang, dgn kecepatan 70 km/jam (utk anak2 IPA, hitunglah berapa meter per sekon kecepatan tersebut…). Namanya Hairpin, bukan ibukota provinsi Heilongjiang di China itu (itu Harbin bodoh…). Perosotannya sich banyak, dan tinggi2. Lumayan memacu hormon adrenalin… Sayang, jam 1.30 aq harus pulang karena ada try-out di bimbelku, di X-Team…

Pas pulang, koq masih sepi, padahal udah siang! Ini menandakan walaupun Waterbom ini promosinya sangat baik, tak sebanding dengan harganya yang terlampau mahal. Murahin dikit dong, Bos!

Sampailah aq di X-Team, dan soal try-outnya lumayan sulit, tapi bisa kukerjakan, krn aq belajar. Makanya, belajarlah supaya pintar…

Pulang2, mo internetan tapi internetnya sempet mati, dan setelah adaptornya tak matiin, trus diidupin lagi, internetnya pun jalan. Utk mengetes internet, kubuka www.detik.com dan ada berita menghebohkan bahwa LASKAR PELANGI HANYA FIKTIF!

Aq ga setuju dgn pernyataan itu. Yg menyatakan adalah Roxana, dan dia mengaku sbg istri dari Andrea Hirata! Padahal bwt aq (ga tw bwt yg laen) cerita itu nyata. Buktinya, Sekolah Muhammadiyah sudah hancur, Bu Mus kini masih mengajar, dan anggota Laskar Pelangi pun masih hidup smp sekarang. Ah biarlah, itu khan pernyataan org, sepele aja lah…

Sebenernya hari ini ada pesta ulang tahun si Chika (tmn SMP aq dulu, skrg ga tw SMA di mana) di Family Park CitraGran, tp aq lbh mementingkan sodaraku yg datang dari Pekanbaru Kota Bertuah itu dulu, selain krn sodaraku dari Bandung Kota Bermartabat juga dateng k Jakarta Ibukota Republik Indonesia ini. Malem2 mkn kepiting bakar pake saos padang, rasanya enak juga…

Itulah catatanku utk hari ini. Semoga kita semua diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Nov
07
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 07-11-2008

Finally… Obama won the election… and he became the 1st afro-american president of united states…
Selamat buat Obama, anak menteng yang kini sudah jadi presiden…
Untuk McCain, though you’re lost, you have worked hard, keep it going…

Indonesia, DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Menteng, SD Besuki (SD Negeri 01), dan Pertamina harus bangga, bahwa sang presiden AS pernah tinggal di tempatmu dulu…

Nov
02
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 02-11-2008

Siapa yg kamu dukung?

Aq mengajak rakyat Indonesia mendukung Barack Obama, karena dia dulu menghabiskan masa kecilnya d sini. Buktinya, dia cinta Indonesia!!!

obama_believe_400.jpg

CHANGE We can believe in…

WE LOVE BARACK OBAMA…!

Nov
02
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 02-11-2008

sej203_09.gif

Sepertinya tgl 28 Oktober kemarin hari yg sungguh mengecewakan. Wkt hari sumpah pemuda, skulku ngadain upacara pagi-pagi, dan mulai turun gerimis. Siangnya hujan deras.

Apalah artinya semua ini? Klo bwt org laen sich nganggepnya biasa aja, iklim itu khan bisa2 aja berubah. Apalagi bln Oktober khan musim penghujan. Tapi aq menganggapnya dgn cara lain. Bwt saya, hujan 28 Oktober kemaren menandakan Indonesia sedang menangis.

Bagaimana tidak menangis? Sumpah pemuda seakan2 tdk dihargai oleh bangsanya sendiri. Indonesia seakan2 terpecah belah. Fanatisme kedaerahan dan agama makin tinggi. Kebanggaan sbg org Indonesia sdh nyaris hilang di antara tmn2 qta. Aq contohnya. Aq lebih bangga mengaku sebagai orang Palembang daripada orang Indonesia. Apalagi skrg yg bnyk terjadi adalah penggunaan bahasa asing dan bahasa daerah lebih dominan daripada bahasa Indonesia.

Indonesia yg makin lama makin carut marut emang seharusnya berubah. Qta harus lebih maju lagi dan lebih baik lagi menatap masa depan, sehingga qta ga malu jadi org Indonesia. Tugas siapakah ini? Ya tugas qta smua…