Oct
20
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 20-10-2009

sby-boediono-pasangan-unik.jpg

Ampun Tuanku, sembah patik harap diampun…

Untuk kedua kalinya Tuanku menjadi presiden kembali. Sungguh merupakan suatu kebahagiaan di mana setelah reformasi 1998, muncul lagi presiden yang menjabat lebih dari 1 masa jabatan. Dan untuk kedua kalinya pula, Tuanku harus bekerja lebih ekstra lagi dalam mengasuh jutaan rakyat di Indonesia ini dengan berbagai latar belakangnya, dan patik termasuk salah satunya.
Sebagai seorang pemimpin yang penuh kearifan, bolehlah kiranya patik menyampaikan harapan-harapan patik yang mungkin boleh mewakili harapan dari seluruh bangsa Indonesia yang akan Tuanku pimpin kembali. Patik menginginkan keadaan dan situasi yang membahagiakan bagi Indonesia. Patik amat menginginkan Indonesia yang seperti dulu. Indonesia yang tenang, damai, tanpa kacau balau. Apalagi dengan begitu banyak kejadian tidak mengenakkan di negara kita ini, seperti kasus korupsi, terorisme, kriminalitas, narkoba, dan sebagainya. Kiranya pula Tuanku dapat melakukan kerja bersama dengan para datuk menteri yang telah Tuanku tunjuk sendiri demi mewujudkan Indonesia yang makmur.
Pada periode ini Tuanku mendapatkan kawan yang baru. Setelah sebelumnya bekerja dengan Jusuf Kalla, kali ini Tuanku akan bekerjasama dengan Boediono. Kiranya dapatlah Tuanku bekerjasama dengan lebih baik lagi untuk mewujudkan seluruh cita-cita yang telah Tuanku sampaikan selama kampanye, yang membuat patik mempercayakan Tuanku kembali memimpin Indonesia ini.
Kiranya Tuhan memberikan limpahan rahmat dan petunjuk bagi Tuanku dalam memimpin bangsa ini. Perkenankanlah Tuanku menerima surat tulisan patik ini.

Ampun Tuanku, sembah patik harap diampun…

Bandung, 20 Oktober 2009

doesoenkito.blog.friendster.com
Mewakili seluruh bangsa Indonesia

Oct
02
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 02-10-2009

batik2.jpg

Bandung lebih berwarna hari ini. Mungkin Indonesia juga. Bukan tanpa alasan. Hari ini dicanangkan sebagai Hari Batik Sedunia sempena dengan didaftarkannya batik asli Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia. Atas dasar itulah, Presiden SBY menghimbau segenap masyarakat untuk memakai batik pada hari ini. Himbauan itu juga terpampang di papan pengumuman kampusku. Banyak mahasiswa di kampusku memakai baju batik hari ini. Sebagian tdak memakainya, mungkin karena tak sempat membawa batik dari kampung halaman, atau tidak punya baju batik sehelai pun.
Sebenarnya aku sudah sering memakai baju batik sedari dulu. Namun, batik yang kupunya berbahan dasar katun, bukan sutera, sehingga tidak panas. Batiknya pun lengan panjang, bukan lengan pendek. Biasanya batik kupakai pada acara-acara formal. Batik yang kupunya kubeli dari berbagai tempat, seperti di ITC Mangga Dua Jakarta, Pasar Klewer Solo, atau Pasar Beringharjo Yogyakarta. Sebagian juga dari Cirebon dan Pekalongan, sentra batik terkenal.
Zaman sekarang, anak-anak muda mungkin sudah mulai meninggalkan batik. Alasannya batik hanya cocok untuk orang tua, tidak cocok untuk anak muda. Ternyata sekarang revival atau kebangkitan batik mulai muncul. Beberapa desainer terkemuka dunia mulai mendesain model fashion yang mengandung unsur batik, tetapi cocok untuk anak muda. Bahkan, sudah banyak kedai distro di Bandung yang menampilkan baju-baju distro dengan motif batik.
Masalahnya, banyak orang berfikiran sempit bahwa batik itu berasal dari Jawa. Tidak juga. Batik juga terdapat di tempat-tempat lain, termasuk batik Jambi yang terkenal dengan keindahan motifnya, lain dengan batik Jawa yang motifnya filosofis. Begitu juga batik Kalimantan dan batik Papua yang indah. Batik-batik di luar Jawa inilah yang kurang diangkat di skala nasional dan global.
Tak dapat dipungkiri, batik adalah warisan budaya bangsa yang harus dijaga. Bukan hanya menjaga, tetapi juga bangga memakainya. Siapa tahu saja batik bisa menjadi tren fashion global. Pada hari inilah, sejarah mencatat, kebangkitan batik dimulai dengan masuknya batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia…

Oct
01
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 01-10-2009

Bumi kembali bergoncang. Belum selesai derita kita atas korban gempa di Jawa Barat, kini gempa pun terjadi di Sumatera Barat. Tuhanku, apa yang Kau inginkan atas semua ini?
Tak main-main, korban tewas diperkirakan mencapai 200 jiwa, sedangkan ribuan rumah hancur dan banyak di antaranya rata dengan tanah. Sebelumnya gempa dikabarkan berpotensi tsunami, tetapi isu tersebut tidak berlaku. Warga sangat panik dan berusaha menyelamatkan diri. Sungguh ironis.
Tadi siang aku makan di rumah makan padang dan aku berbicara sedikit dengan pemilik rumah makan, katanya banyak saudaranya di Padang yang rumahnya hancur. Sampai aku makan di sana tadi siang ia masih menunggu kabar dari Padang. TV di sana pun menayangkan berita gempa. Rencananya akhir pekan ini dia akan pulang ke Padang untuk mengunjungi keluarganya. Beberapa temanku di kampus yang berasal dari Padang pun sempat panik, tetapi syukurlah keluarganya selamat.
Sungguh, kita semua tak mengerti apa yang Tuhan inginkan saat ini. Namun yang pasti, rencanaNya selalu indah, kita saja yang tak menyadarinya. Untuk dunsanak di Ranah Minang, tetaplah tegar dalam menghadapi cobaan ini. Kami akan memberikan bantuan yang terbaik untuk Kalian.

Sep
28
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 28-09-2009

P5280180.JPG

Bandung memang semakin plural. Sampai-sampai di kota yang tiada sangkut pautnya dengan Tanah Melayu ini pun telah berdiri rumah makan Melayu yang bertajuk “Raja Melayu”. Sebenarnya aku telah sering mendengar rumah makan ini, tetapi karena uang yang aku punya cukup terbatas, aku hanya bisa menunggu sampai orang tuaku bisa datang ke Bandung.
Di papan namanya tertulis “Rumoh Makan Raja Melayu”. Dari mana si pemilik rumah makan ini mendapat ilham untuk menulis “rumoh”? Setahuku, kata rumoh untuk kata rumah hanya terdapat di bahasa Aceh dan bahasa Melayu Kelantan. Entahlah, jangan terlalu dipersoalkan. Setelah itu, terdapat tulisan (kalau aku tak silap) “Masakan Sumatera, dari Aceh sampai Lampung”. Tulisan ini pun membuat aku heran, karena bumi orang Melayu hanya berasal dari Aceh Temiang sampai Pulau Belitong, ditambah Riau Kepulauan, Tanah Semenanjung, dan Kalimantan Barat.
Sekali lagi, jangan terlalu dipersoalkan. Yang penting nikmatilah makanan dan suasananya. Tak sadar kalau kami masih ada di Bandung, karena berada di dalam rumah makan serasa berada di Pekanbaru atau Tanjung Pinang. Ornamen Melayu yang indah, pelayan-pelayan dengan baju teluk belanga dan baju kurung, juga iringan musik khas Melayu, membuat suasananya semakin nyaman, selesa (cakap orang Malaysia).
Bagaimana dengan makanannya? Wah, Melayu betul! Ada gulai (gulainya banyak, ada ayam, limpa, tunjang, usus, dan sebagainya), ayam panggang, asam pedas patin, pindang, sup, dan sebagainya. Tentu saja pedas, dan nikmat sekali! Makanan penutupnya adalah roti canai dengan kari ayam. Roti canai sendiri hanya dibuat di Tanah Melayu, salah besar kalau orang mengatakan roti canai berasal dari India, walaupun pembuatnya adalah orang Mamak atau Chulia (orang India yang telah menikahi penduduk tempatan dan memeluk Islam). Selain roti canai, ada pula roti jala. Di Pulau Jawa sangat sulit mencari 2 jenis roti ini.
Kami puas, dengan menikmati makanan di Raja Melayu, tak perlu jauh-jauh ke bumi bertuah bagi mencari kelezatan masakan Melayu, karena di Bandung pun ada. Biar sudah mendapat cupang, jangan lupakan si ikan pari. Biar sudah di rantau orang, jangan lupakan masakan kampung sendiri…

Sep
25
Filed Under (Uncategorized) by doesoenkito on 25-09-2009

Film-Meraih-Mimpi-225.jpg

Semalam aku sempatkan menonton “Meraih Mimpi” di 21 Cineplex Mal Kelapa Gading. Aku penasaran, terlebih di saat gaung promosinya seperti ini, seperti apakah sebenarnya film yang digadang-gadang sebagai animasi terbaik karya bangsa Indonesia ini?
Ternyata, kami puas. Memang film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton. Nak budak-budak kah, remaja kah, tua-tua kah, semua patut menonton film animasi ini. Jerih payah para animator, kru-kru, dan para pengisi suara film ini pun terbayar sudah. Para pembeli karcis yang jumlahnya banyak pun membentuk antrian teratur, demi menyaksikan kisah pada film ini.
Tapi jangan kuceritakanlah semua kisah film itu di blog ini, nanti kamu jadi tak senang menontonnya. Intinya, film ini bercerita tentang bagaimana sebuah keluarga mesti bertahan hidup di bawah tangan penguasa, dan bagaimana si keluarga beserta jiran-jirannya berjuang menumpas sang penguasa tersebut.
Pengisi suaranya pun bukan orang sebarang orang. Ada Gita Gutawa dengan suara merdunya, Patton “Idola Cilik”, Surya Saputra, Cut Mini, Uli Herdinansyah, Jajang C Noer, dan lainnya. Dengan musik yang menarik, candaan para tokoh-tokohnya, serta alur cerita yang baik, membuat film ini patut ditonton. Tontonlah sebelum menonton itu dilarang…